Kamera Jebak BTNKM Rekam Macan Dahan Kalimantan di SPTN I Long Bawan, Jawab Penantian Bertahun-tahun
NUNUKAN – Upaya pemantauan keanekaragaman hayati yang dilakukan oleh Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (BTNKM) kembali membuahkan hasil yang sangat menggembirakan. Tim lapangan berhasil merekam aktivitas satwa liar dilindungi dan terancam punah, Macan Dahan Kalimantan (Neofelis diardi borneensis), melalui kamera jebak (camera trap) yang terpasang jauh di dalam kawasan Resor Krayan, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Long Bawan.
Pencapaian ini diraih melalui dedikasi dan kerja keras yang luar biasa. Tim lapangan BTNKM yang harus menempuh perjalanan berat menembus lebatnya hutan Taman Nasional Kayan Mentarang dan melewati medan yang terjal serta tidak mudah untuk memasang hingga mengambil kembali data dari kamera jebak tersebut.
Lelah dan panjangnya penantian itu akhirnya terbayar lunas, kehadiran rekaman ini sekaligus menjawab rasa penasaran yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Pasalnya, pada tahun-tahun sebelumnya, informasi mengenai keberadaan Macan Dahan di Resor Krayan, SPTN I Long Bawan hanya didasarkan pada cerita dan kesaksian dari masyarakat setempat. Kini, cerita tersebut terbukti secara ilmiah melalui dokumentasi visual yang valid.
Penemuan ini menjadi catatan ekologis yang sangat penting. Sebelumnya, frekuensi perjumpaan maupun rekaman kamera jebak untuk spesies ini lebih sering mendokumentasikan individu yang berada di sekitar kawasan SPTN Wilayah II Long Alango.
Berdasarkan analisis visual oleh tim Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BTNKM, Macan Dahan yang terekam di SPTN I Long Bawan ini dipastikan merupakan individu yang berbeda. Kepastian ini didasarkan pada fakta biologis bahwa setiap individu Macan Dahan memiliki pola corak rambut berbentuk susunan awan (clouded) yang sangat spesifik dan unik, menyerupai fungsi sidik jari pada manusia.

Terekamnya individu baru di lokasi yang berbeda ini menjadi indikator positif bagi keberhasilan upaya perlindungan kawasan. Hal ini membuktikan bahwa kondisi ekosistem hutan, daya dukung lingkungan, serta kelancaran koridor satwa di dalam Taman Nasional Kayan Mentarang masih sangat sehat dan terjaga, memungkinkan predator puncak ini memiliki daya jelajah yang luas dan hidup dengan aman.
Keberhasilan pendokumentasian satwa kunci ini tentu tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi yang solid. Apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya ditujukan kepada seluruh jajaran pimpinan BTNKM, serta rekan-rekan di balik layar yang telah memberikan dukungan penuh terhadap operasional pemantauan ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan membuahkan hasil maksimal.
Ke depan, bukti nyata kelestarian ekosistem ini akan menjadi pemicu semangat yang lebih besar bagi seluruh tim BTNKM. Eksplorasi kekayaan keanekaragaman hayati di “Jantung Kalimantan” akan terus digalakkan, sejalan dengan komitmen teguh untuk menjaga kawasan ini agar senantiasa lestari dan berjalan dalam harmoni.
