Rimba yang tersebar di Indonesia memang masih belum sepenuhnya tereksplorasi secara maksimal. Terkadang, hewan-hewan baru dan unik yang dapat mendirikan bulu kudung ditemukan di sana. Salah satu hewan unik yang jarang terekspos yang berasal dari belantara Kalimantan, adalah Tupai berbuntut lebat. Hewan yang bernama ilmiah Rheithrosciurus macrotis itu menurut para ilmuwan adalah hewan yang aneh. Selain bentuknya lebih besar ketimbang tupai pada umumnya. Untuk ekor, komposisinya 30% lebih besar dari tubuhnya yang berukuran 36 cm. Ekor Tupai Vampir disinyalir sebagai sensor navigasi dan penyeimbang akrobatik ketika sang tupai menerkam mangsanya. Memiliki gigi yang kuat untuk memecah biji-bijian keras dan kuku yang runcing dan tajam guna membantu memanjat pohon. Jenis Tupai ini memiliki ekor terbesar di dunia.
Balai Taman Nasional Kayan Mentarang bebarapa tahun terakhir melakukan pemasangan kamera trap hingga saat ini sebanyak puluhan unit yang tersebar di beberapa resor untuk merekam dan memotret setiap aktivitas satwa liar. Salah satu satwa liar yang terekam kamera trap adalah Tupai Vampir Kalimantan yang berhasil terekam di Resor Pujungan SPTN III Long Ampung pada tahun 2023-2024. Sedangkan baru-baru ini bulan Agustus 2026, Tim Resor Apau Kayan SPTN III Long Ampung berhasil mengabadikan perjumpaan langsung melalui kamera tele baik foto maupun video. Jika berdasarkan hasil rekaman kamera trap dan kamera tele jarak jauh, aktivitas Tupai Vampir aktif pada siang hingga sore hari. Sebagian besar aktivitasnya berada di lantai hutan, mencari biji-bijian buah hutan, tetapi sesekali kadang bertengger di dahan pohon sedang memakan buah hutan. Selain terdokumentasi di SPTN III Long Ampung, Tupai Vampir ini juga terdomuentasi di Resor Krayan SPTN I Long Bawan dan Resor Sungai Bahau SPTN II Long Alango.


Tangkapan Kamera Jejak di Resort Pujungan SPTN III Long Ampung – 2023 & 2024
Kepala Balai TNKM Seno Pramudito, S.Hut, ME mengatakan “Keanekaragaman hayati baik tumbuhan maupun satwa liar termasuk sekosistemnya di kawasan TN Kayan Mentarang masih belum semua terungkap mengingat luasnya kawasan. Sampai dengan saat ini berdasarkan hasil rekaman pada aplikasi SMART Patrol, setidaknya kawasan TNKM yang telah di patrol dan atau di survey/eksplorasi diperkirakan sekitar 20% dari total kawasan yang ada data sebaran temuan tumbuhan dan satwa liar. Pemasangan kamera trap merupakan salah satu cara untuk mengetahui hidupan liar di alam dimana satwa liar terutama satwa teresterial sangat sulit dijumpai, kalaupun ditemukan adanya keberadaan satwa liar melalui petjumpaan tidak langsung dari jejak tapak kaki, fases, bagian tubuh satwa (bulu/rambut/tulang/tanduk), kubangan satwa, bekas cakaran di pohon, dll. Tidak hanya Tupai Vampir yang berhasil diabadikan melalui kamera trap, ada pula Macan Dahan Kalimantan, Babi Berjenggot, Burung Kuau Raja, Burung Sempidan Biru, Kijang, Kancil, Rusa Sambar, Monyet Ekor Panjang, Beruk, Lutung Banggat, dll. Upaya Balai TNKM untuk terus melakukan pengumpulan data tumbuhan dan satwa di dalam kawasan TNKM akan terus diupayakan melalui berbagai instrument kegiatan”.
IUCN Red List menyebut Tupai Vampir Kalimantan masuk dalam kategori Rentan (Vulnerable) akibat faktor perusakan habitat, fragmentasi hutan, dan perburuan.
“Hutan Kalimantan adalah rumah bagi tupai dengan ekor yang luar biasa dan gigi yang sangat tajam. Menurut kepercayaan masyarakat, gigi tupai itu dapat menggorok leher rusa. Meski tampak menggemaskan, menurut para pemburu Dayak di Kalimantan tempat tinggalnya, ia adalah pembunuh berdarah dingin,” tulis Helen Pilcher di laman Science Focus. Pada tahun 2020, para peneliti menemukan bahwa gigi-gigi aneh tupai tersebut sebenarnya digunakan untuk memecahkan kacang yang sangat keras. Dan bukan untuk menyayat pembuluh darah leher mangsanya. Tupai Vampir memiliki gigi seri panjang dengan lekukan yang dalam di rahang atas dan bawah.

Perjumpaan Langsung oleh Tim Patroli Resort Pujungan SPTN III Long Ampung – 2026
cr : @misoniman (KSPTN III Long Ampung)

