“PENDIDIKAN KONSERVASI” MENGENAL LEBIH DEKAT DENGAN TANAKAME (Taman Nasional Kayan Mentarang)

“PENDIDIKAN KONSERVASI” MENGENAL LEBIH DEKAT DENGAN TANAKAME (Taman Nasional Kayan Mentarang)

Long Alango- Jumat 22 Mei 2026 Taman Nasional Kayan Mentarang SPTN II Long Alango Resort Sungai Bahau melaksanakan kegiatan Pendidikan konservasi di sekolah SMAN 10 Malinau Kec. Bahau Hulu dengan materi “Mengenal Lebih Dekat Dengan TANAKAME (Taman Nasional Kayan Mentarang) sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan, menumbuhkan rasa peduli generasi muda terhadap Kawasan Konservasi Khususnya Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang yang ada di sekitar desa mereka. Kegiatan ini meliputi pemaparan materi dan diskusi.kegiatan ini diikuti oleh Siswa dan Siswi kelas 1 dan 2 SMAN 10 Malinau

 

Pemaparan Materi Konservasi oleh Irfan Andika selaku Penyuluh Kehutanan BTNKM

Dalam kegiatan ini. Pegawai Taman Nasional Kayan Mentarang SPTN II Long Alango Resor Sungai Bahau yang di wakili oleh Penyuluh Kehutanan menjelaskan posisi strategis Taman Nasional Kayan Mentarang sebagai salah satu Kawasan Hutan Hujan Tropis terluas di Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia, sebagai habitat penting bagi satwa kunci seperti Banteng Kalimantan, Kucing Merah, Macan Tutul, serta beberapa jenis burung endemik dan flora endemik Kalimantan yang hanya bisa di temukan di dalam Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang. Siswa dan siswi SMAN 10 Malinau diperkenalkan dengan sistem zonasi yang ada di dalam Kawasan untuk memberikan informasi zona mana saja yang dapat di manfaatkan oleh Masyarakat sekitar kawasan seperti zona tradisonal dan zona pemanfaatan, maupun zona inti dan zona rimba yang juga merupakan zona penting lainnya. Selain pengenalan sistem zonasi kawasan TNKM, siswa-siswi SMAN 10 juga dikenalkan dengan berbagai macam Taman Nasional lain yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai pengetahuan dasar dari menjaga alam.

 

Kepala SMAN 10 Malinau, Bapak Lengan, S.Pd., menyambut dan mendukung dengan baik kegiatan pendidikan konservasi yang dilaksanakan oleh Taman Nasional Kayan Mentarang. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting bagi siswa dan siswi yang hidup berdampingan langsung dengan kawasan hutan, sehingga dapat menumbuhkan kepedulian, pemahaman, serta kepekaan terhadap isu lingkungan. Selain itu, diharapkan para siswa dan siswi dapat turut berkontribusi dalam menjaga kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang sebagai warisan alam yang harus dilestarikan bagi generasi masa depan.

“Mendidik untuk konservasi bukan sekadar menjaga hutan, tetapi menanamkan kesadaran bahwa bumi adalah rumah bersama.”

Salam cinta salam juang, karena cinta kita berjuang. _Irfan_

cr : Irfan Andika

BERAS ADAN KURID: WARISAN DATARAN TINGGI KRAYAN

BERAS ADAN KURID: WARISAN DATARAN TINGGI KRAYAN

Di balik rimbunnya belantara jantung Kalimantan, tepatnya di dataran tinggi krayan, terhampar sebuah kearifan lokal yang terus dijaga kelestariannya yakni Beras Adan.

Tumbuh subur di lembah hijau, beras adan adalah mahakarya masyarakat adat yang diolah secara organik. Tanpa sentuhan bahan kimiawi sintetis, kesuburan sawah-sawah ini murni mengandalkan kearifan tradisional memanfaatkan kejernihan air pegunungan yang mengalir tanpa henti dari hutan di sekitarnya.

Pemandangan Kelompok Desa Long Puak, 2025

Beras adan memiliki ukuran yang lebih kecil dan bentuk yang cenderung lonjong dibandingkan dengan beras umum. Beras adan memiliki beberapa jenis yakni beras adan putih, merah, dan hitam. Karena dibudidayakan secara organik, beras adan 100% terbebas dari residu kimia sintetis. Tidak hanya itu, beras adan juga memiliki kadar gula yang lebih rendah, senyawa mineral, antioksidan, dan lebih kaya serat dibandingkan dengan beras umum.

 

 

 

Beras adan merupakan bukti nyata harmoni antara manusia dan alam. Sawah-sawah yang berbatasan langsung dengan kawasan taman nasional kayan mentarang menjadi benteng pertahanan ekologis yang kokoh. Masyarakat adat menjaga tegakan pohon di hutan, karena mereka sadar penuh, dari akar-akar pohon itulah sumber air bersih mengalir untuk menghidupi padi Adan mereka.

Pembentukan Kelompok Batu Pun Bersama, 2020

 

Salah satu kegiatan TNKM yakni program pemberdayaan masyarakat dimana TNKM mendampingi kelompok masyarakat dalam mengelola potensi desa dengan tujuan mencapai kesejahteraan ekonomi. Pada 29 September 2020 Desa Long Puak di Wilayah Kurid mengesahkan pembentukan Kelompok Tani Hutan Batu Pun Bersama yang fokus pada produksi dan pemasaran beras adan supaya semakin banyak orang yang bisa mencoba beras adan.

 

 

Koordinasi Pembuatan Pirt FPMPTSP Kab, Nunukan, 2025

 

Setelah 5 tahun memproduksi dan memasarkan beras adan, TNKM semakin serius dan mendorong KTH Batu Pun  Bersama untuk memasarkan beras adan ke seluruh penjuru negeri. Melalui SPTN I, TNKM membersamai KTH Batu Pun Bersama untuk mengurus administrasi untuk perizinan usaha dan edar produk agar sesuai dengan ketentuan dan bisa menembus pasar yang lebih luas lagi.

 

 

 

Tertarik untuk mencoba beras adan kurid juga? Hubungi 081212949040 (Otnel Akun)

 

Narasi: Riski

Foto: Dok SPTN Wilayah I Long Bawan