Sambut HKAN 2026, Balai TN Kayan Mentarang Bersama Pemerintah Daerah dan Masyarakat Adat Sekitar Laksanakan Pelepasliaran Ikan dan Penanaman Pohon Buah di Long Tua
Malinau – Dalam rangka menyambut Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2026, Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) melalui SPTN Wilayah II Long Alango melaksanakan kegiatan pelepasliaran ikan dan penanaman pohon buah di kawasan Long Tua, Resort Sungai Bahau, SPTN Wilayah II Long Alango.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Balai TNKM dalam memperkuat pelestarian ekosistem kawasan konservasi sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam secara berkelanjutan.

Penyambutan Kepala SPTN II Long Alango kepada Tamu Undangan
Pada kesempatan tersebut, dilakukan pelepasliaran Ikan Salap (Barbonymus gonionotus), salah satu jenis ikan konsumsi yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, juga dilakukan penanaman bibit pohon buah lokal, yaitu Durian Duri Hitam dan Durian Bawor (Durio sp.), sebagai upaya memperkaya vegetasi sekaligus mendukung keberlanjutan sumber pakan satwa dan manfaat bagi masyarakat di sekitar kawasan.
Kepala SPTN Wilayah II Long Alango, Heru Budianto, S.Hut., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi dalam upayapelestarian kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang.
“Pelepasliaran ikan dan penanaman pohon durian ini menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama konservasi kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang di wilayah Resort Sungai Bahau. Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta para kepala adat di Kecamatan Bahau Hulu sebagai bentuk sinergi dalam menjaga kelestarian kawasan,” ujarnya.

Penanaman Pohon Durian Bawor (Durio sp.)
Pemilihan jenis ikan konsumsi dan pohon buah lokal unggulan tidak hanya bertujuan mendukung kelestarian ekosistem, tetapi juga memberikan nilai manfaat bagi masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin paham akan pentingnya menjaga kawasan konservasi sebagai penyangga kehidupan sekaligus sumber daya alam yang harus dimanfaatkan secara bijaksana.
Kolaborasi antara Balai TNKM, pemerintah daerah, serta masyarakat adat menjadi salah satu kunci keberhasilan pengelolaan kawasan konservasi. Dengan semangat Hari Konservasi Alam Nasional 2026, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian dan partisipasi aktif seluruh pihak dalam menjaga kelestarian Taman Nasional Kayan Mentarang.
Balai Taman Nasional Kayan Mentarang terus berkomitmen mendorong berbagai kegiatan konservasi yang melibatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam menjaga kelestarian hutan. Melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak nyata, diharapkan nilai-nilai konservasi dapat terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi mendatang demi terwujudnya pengelolaan kawasan yang lestari dan berkelanjutan.


