MALINAU – Sebagai wujud transparansi dan komitmen dalam menjaga kelestarian “Jantung Kalimantan”, Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (BTNKM) sukses menyelenggarakan Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan tahun 2026 menggunakan instrumen Management Effectiveness Tracking Tool (METT). Kegiatan strategis ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus merancang langkah perbaikan tata kelola kawasan pelestarian alam ke depan.

Berbeda dengan evaluasi internal biasa, penilaian METT kali ini mengedepankan prinsip partisipatif dan inklusif. BTNKM menggandeng berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) kunci untuk duduk bersama, yang terdiri dari perwakilan masyarakat adat, Pemerintah Daerah, hingga mitra konservasi.

Diskusi Bersama Stakeholder Terkait Pengelolaan Kawasan TNKM

Dalam forum tersebut, seluruh pihak secara kolaboratif membedah dan memberikan skor terhadap 38 indikator penilaian tata kelola. Metode ini memastikan bahwa evaluasi tidak hanya dilihat dari kacamata pengelola, tetapi juga dari sudut pandang publik dan mitra yang bersinggungan langsung dengan kawasan.

Diskusi berjalan interaktif dan konstruktif. Masyarakat adat, mitra, dan Pemda secara terbuka menyampaikan berbagai pandangan, penilaian objektif, serta masukan terkait efektivitas pengelolaan TNKM selama ini. Ruang dialog ini membuka wawasan baru mengenai apa yang sudah berjalan optimal dan celah mana yang masih memerlukan intervensi.

Sebagai wujud konsensus dan legitimasi atas evaluasi bersama tersebut, di penghujung acara dilakukan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan. Penandatanganan ini dilakukan oleh seluruh perwakilan pihak yang hadir, menegaskan bahwa hasil penilaian METT 2026 beserta seluruh catatan masukannya telah diterima, disepakati, dan disahkan secara kolektif.

Penandatanganan Berita Acara Kesepakatan

Seluruh pandangan, kritik membangun, dan saran strategis dari para stakeholder telah dicatat secara komprehensif oleh tim BTNKM. Hasil penilaian dan masukan ini tidak hanya akan berakhir sebagai dokumen evaluasi, melainkan diintegrasikan langsung sebagai landasan pijak (baseline) penyusunan rencana kelola, pengambilan kebijakan, dan inovasi perlindungan kawasan di masa mendatang.

Pelibatan multi-pihak dalam penilaian METT 2026 ini sejalan dengan semangat dan napas pengelolaan TNKM. Kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati tidak akan pernah bisa diwujudkan oleh satu pihak saja. Sinergi yang kuat antara masyarakat adat sebagai garda terdepan, dukungan kebijakan Pemda, kolaborasi mitra, dan manajemen BTNKM adalah kunci utama pelestarian yang berkelanjutan.

Melalui keterbukaan informasi dan pelibatan publik ini, BTNKM berharap pengelolaan Taman Nasional Kayan Mentarang ke depannya dapat semakin efektif, adaptif, dan memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi keseimbangan ekologi, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan.