Apau Ping, Kalimantan Utara — Upaya pengembangan ekowisata di Desa Apau Ping terus diperkuat melalui kegiatan peningkatan kapasitas pemandu wisata dibimbing langsung oleh instruktur ekowisata berpengalaman dari BTN. Kutai (Tri Wijaya, S.Hut) melalui sesi materi kelas dan praktik lapangan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masyarakat lokal agar mampu memberikan pelayanan wisata yang aman, informatif, komunikatif, sekaligus tetap berpegang pada prinsip konservasi alam dan pelestarian budaya.
Pelatihan pemandu wisata di Desa Apau Ping membekali peserta dengan berbagai materi, mulai dari pelayanan prima dan bahasa Inggris pariwisata, teknik menangani keluhan wisatawan, storytelling ekowisata, keselamatan dan nature briefing, hingga pengelolaan wisata pengamatan satwa.

Selain pelayanan, pelatihan memberikan perhatian khusus terhadap kemampuan storytelling. Pemandu didorong untuk berkembang dari sekadar “penunjuk jalan” menjadi seorang pencerita yang mampu menghubungkan wisatawan dengan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat setempat. Cerita mengenai sejarah desa, filosofi motif dan ukiran Dayak, kearifan lokal Tana’ Olen, Sungai Bahau, satwa liar, tumbuhan khas, padang savana Long Tua hingga peninggalan leluhur dapat menjadi kekuatan interpretasi yang membedakan pengalaman wisata di Apau Ping.
Melalui pendekatan storytelling, pemandu tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun pengalaman yang lebih bermakna bagi wisatawan. Peserta diperkenalkan dengan teknik menemukan hook atau pembuka cerita yang menarik, membangun alur cerita, serta mengajak wisatawan merasakan suasana alam melalui pendekatan sensory storytelling.
Penguatan kapasitas juga diperkaya dengan pembelajaran dari pengelolaan wisata pengamatan orangutan di Prevab, Taman Nasional Kutai. Studi pembelajaran tersebut menekankan pentingnya pemandu lokal yang memahami ekologi hutan, navigasi lapangan, keselamatan, etika konservasi, serta kemampuan mengelola alur perjalanan wisata. Dalam konteks Apau Ping, pendekatan tersebut dapat menjadi pembelajaran dalam mengembangkan wisata berbasis keanekaragaman hayati Taman Nasional Kayan Mentarang yang dipadukan dengan kekayaan budaya dan sejarah masyarakat Dayak Kenyah.

Bagi Desa Apau Ping, pengembangan wisata tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan pengalaman bagi wisatawan, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi dan sosial tetap sejalan dengan upaya konservasi. Potensi keanekaragaman hayati Taman Nasional Kayan Mentarang dapat dikembangkan bersama dengan situs sejarah kuburan batu, budaya Dayak Kenyah, serta pengalaman kehidupan masyarakat lokal.

Dengan semakin terampilnya pemandu lokal dalam pelayanan, komunikasi, storytelling, keselamatan, serta interpretasi alam dan budaya, Desa Apau Ping diharapkan mampu menghadirkan pengalaman ekowisata yang berkualitas. Lebih dari sekadar menikmati keindahan alam, wisatawan diharapkan dapat memahami nilai konservasi, mengenal kearifan budaya masyarakat Dayak Kenyah, dan turut menjadi bagian dari upaya menjaga alam dan budaya di kawasan Kayan Mentarang.

