Berau, 27 Agustus 2026 — Menteri Kehutanan melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada 26–27 Agustus 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pengelolaan hutan dan lingkungan melalui pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penguatan konservasi dan rehabilitasi satwa, serta pemberdayaan masyarakat melalui Perhutanan Sosial.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Kehutanan didampingi oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan, Direktur Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial, serta Kepala Biro Hubungan Kerja Sama Luar Negeri.
Sejumlah pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan turut hadir, di antaranya Kepala Balai Gakkum Kalimantan, Kepala Balai BKSDA Kalimantan Timur, Kepala Balai Taman Nasional Kutai, Kepala BPKH Wilayah IV, Kepala Balai PS Kukar, dan Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang.

Meninjau Pengendalian Karhutla
Menteri Kehutanan melakukan kunjungan ke Pos Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KPHP Berau Barat di Pos Teluk Bayur untuk melihat secara langsung kesiapsiagaan serta sarana dan prasarana pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai upaya pengendalian karhutla, termasuk penguatan koordinasi dan kesiapsiagaan para pihak dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Menteri Kehutanan juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi karhutla di wilayah Tumbit Melayu. Peninjauan lapangan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat kondisi aktual kawasan terdampak sekaligus memperkuat langkah penanganan dan pencegahan karhutla secara terpadu.
Peresmian Pusat Rehabilitasi Satwa Long Sam
Selain agenda pengendalian karhutla, kunjungan kerja Menteri Kehutanan juga mencakup penguatan upaya konservasi keanekaragaman hayati melalui peresmian Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Long Sam. PRS Long Sam dikelola pada areal preservasi seluas sekitar 87.000 hektare.
Keberadaan pusat rehabilitasi ini diharapkan dapat mendukung upaya penyelamatan, rehabilitasi, dan pemulihan satwa serta menjaga keberlanjutan ekosistem hutan di wilayah Berau.
Peresmian PRS Long Sam turut dihadiri oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni beserta tim. Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia.

Penguatan Perhutanan Sosial Berbasis Masyarakat
Rangkaian kunjungan kerja juga diisi dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada Masyarakat Adat Desa Merasa, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau. Penyerahan SK tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam memberikan akses legal kepada masyarakat untuk mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan.
Melalui Perhutanan Sosial, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan potensi kawasan sekaligus menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kunjungan kerja Menteri Kehutanan ke Kabupaten Berau menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, UPT Kementerian Kehutanan, masyarakat, dan para pemangku kepentingan dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
Melalui penguatan pengendalian karhutla, konservasi dan rehabilitasi satwa, serta pengelolaan hutan berbasis masyarakat, pemerintah terus mendorong terwujudnya hutan yang lestari sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.